kondisi tanah setempat (site) mempunyai pengaruh terhadap gerakan tanah (percepatan, kecepatan dan simpangan) akibat gempa. Tanah setempat yang dimaksud adalah :
1) Tanah di atas bangunan yang ditinjau
2) Tanah dimana gempa di rekam
Perhatian terhadap pengaruh site effects timbul karena :
1) Kerusakan bangunan/muka tanah yang timbul tidak reguler
2) Respons tanah yang direkam (perc, kec., simp.) tidak reguler
Tidak reguler yang dimaksud adalah adanya respons tanah ataupun kerusakan yang tiba-tiba sangat berbeda dengan daerah sekitarnya
• Untuk membahas efek kondisi tanah setempat, maka akan dipakai kejadian-kejadian gempa yang terjadi di Mexico
• Pusat-pusat gempa di negara Mexico terjadi disepanjang subdaksi di lepas pantai Mexico. Sementara mexico city terletak ± 400 km dari pantai
Soil Zonation, Soil Profile and Structural Damage Distributions
Ada 3-zona kondisi tanah di Mexico City yaitu :
1) Rock site
2) Transition soil site
3) Soft soil site
Potongan A-B dan pengaruh kondisi tanah terhadap rekaman gempa
• Di daerah episenter (dekat) rekaman gempa mempunyai frekuensi tinggi
• Di daerah rock site dan jauh (di Teacalco dan UNAM) percepatan tanah ssudah sangat kecil karena energi gempa sduan berjalan ± 350 km pada tanah keras
• Di daerah soft-soil (SCT, tanah endapan) dan jauh percepatan tanah membesar dengan kandungan frekuensi rendah. Ini adalah pengaruh kondisi tanah setempat.
Earthquake Characteristics :
Date : September, 19, 1985
Magnitude : ML + 8,1
Focal Depth : Approx. 33 km
EQ mechanism Max. Acc : 168 cm/dt2 (0.17 g)
Kota Mexico terletak di atas endapan danau purba settlement
Mexico soil deposit :
1. Very deep deposit
2. Low water level
3. High PI
4. Very soft soil
Induce/lead to :
Severe ground

Sumber : Pak Widodo (Prof. Ir, MSCE, PhD), Dosen UII



![]() |








masukan yg bagus …. meski antara ngerti dan nggak krn bukan sekolahannya
gempa di Maluku terjadi sore tadi …
salam