Intensitas Gempa secara umum di definisikan sebagai klasifikasi kekuatan goncangan yang di dasarkan atas efek yang terekam di lapangan. Klasifikasi tersebut dinyatakan dalam bilangan integral yang secara tradisional dinyatakan dalam angka romawi (I,II,III,dst). Mengapa di pakai angka romawi.? karna sejarah di pakainya intensitas gempa ini tidak terlepas dari kejadian-kajadian gempa di Itali. di era-era awal adalah Egen (1828) yang telah mengklasifikasikan akibat kerusakan gempa dilapangan. Kwalifikasi tersebut terus berkembang dan baru menyebar secara luas setelah di kenalkannya 10 skala intensitas gempa oleh Rossi-Forel pada tahun 1883 (RF Scale). Skala ini kemudian di kembagkan lagi oleh Mercalli seorang ahli seismologidan vulkanologi bangsa Itali pada tahun 1902 sampai 12 skala. Intensitas gempa dalam 12 skala kemudian di kembangkan lagi oleh sieberg (1912,1923). Versi berikutnya adalah Mercalli Cancani Sieberg Scale (MCS scale) yang dipakai di eropa selatan tahun 1932. Pada tahun 1931 terbitlah skala gempa versi bahasa inggris oleh wood dan neuman. Skala ini kemudian di kembangkan lagi pada tahun 1956 oleh Richter yang kemudian di sebut Modified Mercalli (MMI). Versi intensitas gempa ini kemudia di sebut Modified Mercalli Inteensity (MMI) sebagaimana di pakai sampai sekarang.
Di beberapa negara, misalnya di Rusia juga berkembang skala intensitas gempa Medvedev-Sponheuer-Karnik (MSK scale) pada tahun 1964. Skala intensitas gempa ini di kembangkan oleh MCs dan MM56 dan di pakai secara luas di Eropa dengan sedikit modifikasi di tahun 1971 dan 1981. Skala ini terus di kembangkan terus oleh Microseisme Scale (EMS). Skala intensitas yang lain juga dikembangkan di Jepang. Oleh Jepang Meteorological Agency yang kemudian di sebut (JMA scale), intensitas gempa menurut JMA ini hanya mempunyai 7 skala.

informatif sekali ….
yang sering dipakai MMI, ya
boleh kunjung ke blog saya ttg “Rumah Kubah Tahan Gempa”
salam
makasih banyak atas ilmuna. trus berjuang